Search This Blog

Thursday, March 03, 2005

Menjadi orang yang berwibawa

Menjadi orang yang berwibawa bukanlah perkara mudah, namum sesungguhnya jika kita sanggup memiliki sikap ini, terutama bagi pemimpin, akan lebih mudah dalam berinteraksi dengan orang lain. Berikut ini beberapa prinsip yang harus dilakukan jika ingin mempunyai sikap berwibawa,
Pertama, harus sesuai apa yang dibicarakan dengan yang diperbuat. Artinya, kita hanya berbicara, menganjurkan sesuatu yang telah kita perbuat saja. Kalaupun kita sendiri belum melaksanakan, disiplin misalnya, sebaiknya kita tidak menyuruh orang lain untuk disiplin dulu. Akan jauh lebih baik, jika kita segera berlatih disiplin, tunjukkan saja kegigihan kita. Kadang, menyuruh orang lain dengan perbuatan bisa jauh lebih efektif ketimbang menyuruh dengan lisan. Apalagi, dalam Al-Qur'an, Allah telah menegaskan tentang betapa besarnya murka Allah bagi orang yang berkata sesuatu yang tidak diperbuatnya. Begitupun Rasulullah saw, beliau adalah orang yang sungguh sesuai apa yang diucapkan dengan yang diperbuatnya.
Kedua, tidak banyak melakukan kesalahan.Orang yang kerap melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang menyebabkan akan turun kewibawaannya.Orang seperti ini tidak mau belajar dari kesalahan, tidak peduli meski melakukan kesalahan yang berulang. Orang lain pun, akan menilai negatif kepadanya, dan boleh jadi tidak mempercayainya lagi untuk mengerjakan hal tersebut. Sehingga, jika ingin menjadi orang yang berwibawa, jangan pernah bosan belajar dari kesalahan. Kesalahan itu manusiawi, wajar, dan pasti dimaklumi. Namun jika terjadi berulang-ulang, dan tidak memperbaiki diri, niscaya orang menjadi tidak percaya. Tentu akan jatuh wibawanya.
Ketiga, orang juga akan jatuh wibawanya jika terbongkar aibnya. Misalnya, sudah gaya, pejabat, tapi ternyata ijazahnya palsu. Terbukanya aib sungguh merupakan alat ampuh untuk meruntuhkan kewibawaan seseorang. Jadi, memiliki track record yang baik adalah sangat penting dan harus dimiliki setiap diri. Kalau sudah ada cacat dalam track record, kita harus bersusah payah untuk membangun kepercayaan orang kembali. Sehingga, jangan pernah mencoba-coba melakukan kesalahan besar yang fatal, karena kalau tidak sekarang, kelak mesti dapat terbuka. Bukankah Allah berkuasa membuka aib setiap manusia ? Kalaupun terlanjur, pintu taubat tentu masih akan terbuka lebar, kalau kita sungguh-sungguh ingin memperbaiki diri. Dan, Semoga Alloh mengampuni kita, Amiin.
Terakhir, teruslah berupaya berahklaq mulia. Karena, orang bisa runtuh wibawanya kalau akhlaqnya, prilakunya kurang baik. Siapapun tentu akan lebih suka berinteraksi dengan orang yang berahklaq baik. Untuk itu, setiap hari teruslah perbaiki akhlaq kita, tidak hanya manfaat untuk orang lain, bagi diri sendiri tentu akan berguna pula.
Sumber majalah Swadaya DPU-DT edisi April 2004

No comments: