Search This Blog

Monday, December 20, 2004

Al Wasyi’ - Yang Maha Luas

Aa Gym

Bismillaahirrahmanirrahiim,
Semoga Allah Yang Maha Luas memberikan hidayah kepada kita untuk faham akan kelapangan sehingga menjadi lebih faham akan hidup ini. Karena uang yang tidak luas susah sedekahnya, pikiran yang sempit mudah putus asa.
Rekan-rekan sekalian, kita akan membahas salah satu asma Allah Al Wasyi'. Al Wasyi' artinya dalam bahasa yang sederhana adalah Allah Yang Maha Luas. Kalau saya ambil kutipannya, terambil dari akar kata Waw, Sin dan 'in yang maknanya berkisar kebalikan dari sempit, kebalikan dari sulit. Jadi Allah Al Wasyi'. Allah Maha Luas, Maha lapang, Maha Kaya, Maha Mampu. Alam semesta yang begini luasnya, Allah lebih luas dari apa yang Dia ciptakan. Allah tidak dibelenggu oleh tempat. Kalau Allah ada disuatu tempat yang kita bayangkan, maka tempat lebih besar dari pada Allah. Sedangkan Allah SWT Laysa kamis lihi syai'un - Tidak menyerupai dan diserupai apapun. Jadi Ilmu Allah menyelimuti segala sesuatu. Karena Maha Luas, maka meliputi apa saja. Pengetahuan Allah Maha Luas, mengetahui apa saja. Allah Maha Luas Rizkinya meliputi apa saja dalam genggaman Allah. Orang-orang yang yakin kepada Maha Luasnya Kekuasaan Allah berarti tidak ada satupun di alam semesta ini yang luput dari genggaman Allah. Virus Sars yang menggemparkan, kenapa mesti takut. Virus Sars adalah ciptaan Allah SWT. Hidupnya oleh Allah dan kena kepada siapa yang dikehendaki Allah. Kekuasaan Allah meliputi virus sars, maka jangan takut oleh sars. Karena orang mati karena tabrakan lebih banyak. Yang mati karena mencret lebih banyak. Yang harus kita takutkan justru virus iman yang lebih mencelakakan. Orang terkena sars belum tentu su'ul khatimah. Tidak sedikit orang yang tadinya sehat tetapi matinya nista. Na'udzubillahi mindalik. Jadi kita harus menjaga untuk bisa mengambil hikmah. Saya kira sudah standart kita ingin rumah yang luas. Kalau rumah kita kecil, penghuninya banyak peluang bertengkar. Kalau mau masuk kemudian bersinggungan marah. Kalau mau tidur, tempat tidur sempit, sehingga geser ke sini yang pinggir terguling. Jalan yang sempit membuat macet. Kita harus senang kepada keluasan. Ilmu yang luas bijak, rizki yang luas enak. Kalau rizki sempit sedekah susah.
Sahabat sekalian kita harus berjuang sekuat tenaga menjadi orang berwawasan luas. Kalau orang wawasannya sempit mudah emosi. Banyak orang yang menganggap keluasan rizki harta itu terpenting, ternyata tidak. Rizki harta itu penting, kalau dengan wawasan yang luas. Maka rekan-rekan sekalian berangkat pengajian kita mengeluarkan ongkos, ini bukan pengeluaran. Apapun yang membuat pengalaman, wawasan, ilmu bertambah, itu bukan pengeluaran tetapi investasi. Orang yang berwawasan luas sibuk memikirkan yang menggenggam alam semesta, tetapi orang yang punya harta dan wawasannya tidak luas, tidak mengerti apa arti hidup ini. Ketika mempunyai keinginan untuk bahagia, kita harus berusaha mencari harta dan memperluas wawasan.
Sesuatu yang sederhana, bahan sederhana, teknologi sederhana, maka manfaatnya juga sederhana. Tetapi teknologi yang canggih, bahan bagus, walaupun bentuk sederhana, karena berasal dari kecanggihan teknologi, keunggulan bahan, maka hasilnya tidak akan sederhana dan akan canggih. Ada orang yang hidup sederhana, karena memang inputnya sederhana, diamnya tidak mengerti apa-apa. Tetapi ada ada orang yang banyak ilmu, luas wawasanya, diamnya saja mempunyai arti. Bicaranya sederhana, maknanya luas dan dalam, itulah buah dari luasnya wawasan. Rekan-rekan kita berharap hidup lebih indah, bergairah karena luas wawasan.
Bagaimana melapangkan qolbu ? Kuncinya jangan mendramatisir masalah-masalah kecil. Ingin menikmati hidup jangan terpancing emosional dari perkara-perkara remeh. Yassiru wala tu'asyiru. Mudahkan jangan dipersulit. Jadi jangan mudah tersinggung , mendramatisir, dan mempersulit hidup, maka akan bahagia. Jadilah pemaaf, Fainta'fu watasfahu watafqifim Fainallaha ghafururrahiim. Kalau kita senang ikhlas, senang memaafkan orang, ampunan dan kasih sayang Allah akan datang. Kapan kita berprestasinya jika setiap masalah dijadikan lebih ruwet. Setiap urusan kita kembalikan kepada Allah, maka urusannya akan menjadi ringan. Wadhkurullaha la'allakum tuflikhun. Marilah kita lapangkan pikiran, jangan dipersulit. Kita lapangkan wawasan kita, kita lapangkan hati kita dengan tidak mempersulit diri dan menjadi pemaaf dengan memperbanyak dzikir.
Alhamdulillaahirobbil’alamin

Sumber: Buletin InfoDT Jakarta - No.17/Tahun IV/Desember 2004

Monday, December 13, 2004

Kredibilitas

PERTAMA : "Aku Harus Jujur Yang Terbukti dan Teruji"
Aku menyadari bahwa kejujuran adalah perilaku kunci yang sangat efektif untuk membangun kredibilitas atau bahkan sebaliknya menghancurkanku.Karenanya aku tidak akan sekali-kali berbohong atau terpancing untuk menambah omongan sehingga menjadi dusta walau dengan gurauan sekalipun. Aku hanya akan mengatakan yang aku yakini kebenarannya.Aku tidak akan pernah mengingkari janji, aku pastikan setiap janji yang kuucapkan sudah aku perhitungkan matang-matang, dan aku akan berusaha dengan keras untuk memenuhi janji itu walaupun harus berkorban banyak hal.Aku akan tepat waktu dalam segala hal, tidak akan terlambat ataugemar menunda-nunda atau bahkan mengakhirkan padahal banyak kesempatan.Akan kubiasakan untuk mempunyai fakta dan data yang jelas, bersikap terbuka serta tidak bertindak sembunyi-sembunyi atau menyembunyikan banyak hal (tentu saja kekecualian pada hal-hal yang menurut agama patut disembunyikan)Aku harus pula memiliki kemampuan untuk mengevaluasi diri,memperbaiki dan bertanggung jawab dengan tulus terhadap apapun yang terjadi sehingga akan menjadikan pancaran yang akan turut menghapuskan kesalahan yang pernah kulakukan.Aku tidak akan pernah patah semangat dan berputus asa, peluang untuk berubah sangat luas namun semua butuh proses, percayalah ALLOH Maha Pemberi Jalan dan sangat mudah baginya untuk memuliakan atau menjatuhkan siapapun.

KEDUA : "Aku Harus Cakap"
Aku menyadari bahwa walaupun kejujuran sudah teruji dan terbukti tapi apabila lalai dalam melaksanakan tugas, tetap akan merontokkan kredibilitasSehingga Aku menyadari sangatlah penting untuk memiliki selera dan tradisi berbuat, berkarya dengan semaksimal mungkin tidak hanyasesuai target bahkan kalau bisa lebih dari target.Untuk menjadi cakap aku tahu kuncinya, yaitu harus melatih diri, mengembangkan kemampuan wawasan dan keterampilan secara kontinyu dan sistematis sehingga memiliki kesiapan memadai.Setiap melakukan sesuatu aku mengawali segalanya dengan perencanaan yang baik karena perencanaan yang gagal berarti sama dengan merencanakan gagal.
Mottoku
"LEBIH BAIK BERSIMBAH KERINGAT dalam latihan, daripada BERSIMBAH DARAH DALAM PERTEMPURAN".
Aku selalu melakukan check and recheck. Hal ini agar kesempatan untuk melakukan kesalahan dapat aku minimalkan.Segala sesuatu harus aku lakukan dengan kesungguhan, hati-hati dan cermat. Jangan menganggap remeh kelalaian dan kecerobohan karena ini adalah biangnya kesalahan dan kegagalan.Dalam setiap tahapan aku harus mengevaluasi diri sebagai kontrol agar aku tidak kebablasan dalam melakukan kesalahan. Percayalah merenung sejenak akan membuat karyaku semakin bermutu. Aku harus menyempurnakan amal, karena itu merupakan kenikmatan.Sekali lagi akan aku nikmati menyempurnakan apa yang bisa kulakukan. Jikalau aku tergelincir melakukan kesalahan secara sengaja atau tidak sengaja maka aku tidak akan rontok seakan-akan habislah segala-galanya. Ingatlah kalau nasi sudah menjadi bubur, pola pikirku adalah menjadikan bubur itu menjadi bubur ayam spesial.

KETIGA : " Aku Harus Inovatif "
Aku menyadari bahwa segala sesuatu yang ada akan berubah, di duniaini tidak ada satu pun yang tidak berubah, satu-satunya yang tetap adalah perubahan itu sendiri. Maka Aku siapkan diri untuk mengikuti perubahan, karena jikalau aku tidak bisa mengimbanginya, akan tergilaslah Aku oleh perubahan itu.Amatlah rugi bagiku jika hari kemarin sama dengan hari ini, celakalah aku apabila hari ini lebih buruk dari kemarin, ini berarti aku akan tertinggal jauh dan sulit mengejar orang lain yang komit dengan perubahan.Untuk bisa inovatif aku senantiasa banyak membaca dan menulis, sehingga kumiliki perpustakaan pribadi, kusediakan dana untuk membeli bahan bacaan, dan kuluangkan waktu untuk membacanya.Akupun harus banyak berdiskusi dan membaca, caranya dengan kucari dan kumiliki banyak teman dari berbagai disiplin ilmu dan kubiasakanuntuk terus mendapatkan masukan, baik dengan bertanya atau mendengarkan.Dan kuusahakan pula memiliki progaram silaturahim secara berkala dan terpola, sehingga perkembangan kemampuanku akan semakin terukur. Akupun harus banyak melihat dan mengadakan studi banding (benchmark). Kunjunganku baik resmi ataupun tidak adalah ketempat yang dapat menambah wawasan, memancing inspirasi, membuka visi baru, yang pasti nuansa-nuansa baruakan sangat membantu membangkitkan potensi yang lama terpendam.Kumiliki waktu luang untuk merenung dan bertafakur tanpa mengganggu kegiatan rutinku. Kucari tempat yang nyaman, kupilih waktu yang tepat. Bagiku sebagai Ummat Islam, ALLOH telah menyediakan tempatnya yaitu tahajjud, dengan simbahan air wudlu, kemudian sujud dan menyerahkan diri. Hal ini berdampak sekali bagiku dalam pengevaluasian langkah yang lebih tepat ke depan.Akupun harus banyak berbuat dan mencoba. Ku tidak pernah takut untuk mencoba. Guru terbaik bagiku adalah pengalaman.Akupun harus banyak beribadah dan berdoa. Aku sadar bahwa penguasa segala sesuatu adalah ALLOH Azza wa Jalla.Sungguh kapanpun akan mati aku telah siap dengan segala sesuatunya setelah aku berusaha mempersembahkan yang terbaik untuk ALLOH, insya Allah semoga apa yang telah kulakukan DAPAT BERMAKNA BAGI DUNIA dan BERARTI AKHIRAT NANTI.